<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8563">
 <titleInfo>
  <title>Think Again:</title>
  <subTitle>Kekuatan Mengetahui Apa yang Tidak Diketahui</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adam Grant</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">JAKARTA</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv+360 hlm.;ilus.;bib.; 14x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Adam Grant, penulis buku Originals, meneliti seni kritis berpikir ulang: belajar mempertanyakan pendapat Anda dan membuka pikiran orang lain, supaya Anda unggul di tempat kerja dan bijaksana dalam hidup. Kecerdasan biasanya dilihat sebagai kemampuan untuk berpikir dan belajar, tetapi di dunia yang berubah dengan cepat, ada seperangkat keterampilan kognitif lain yang mungkin lebih penting: kemampuan memikirkan kembali dan melupakan.&#13;
&#13;
Dalam kehidupan sehari-hari, kita lebih menyukai kepastian yang nyaman dibanding keraguan yang membuat gelisah. Hasilnya, keyakinan kita jauh lebih rapuh ketimbang tulang. Kecerdasan bukanlah obat, dan bahkan bisa menjadi kutukan: semakin pintar, kita semakin buta akan keterbatasan diri sendiri. Think Again mengungkapkan bahwa kita tidak harus mempercayai semua yang kita pikirkan atau menginternalisasi semua yang kita rasakan. Ini adalah undangan untuk melepaskan pandangan yang tidak lagi membantu kita, dan ajakan untuk lebih menghargai fleksibilitas mental ketimbang konsistensi yang bodoh. Jika pengetahuan adalah kekuatan, mengetahui apa yang tidak kita ketahui adalah kebijaksanaan.&#13;
&#13;
Dalam buku ini membahas beberapa bagian antara lain:&#13;
1. Berpikir ulang untuk diri sendiri&#13;
2. Berpikir ulang dalam lingkup antarpribadi&#13;
3. Berpikir ulang dalam lingkup kelompok&#13;
4. Kesimpulan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Motivasi</topic>
 </subject>
 <classification>153.9</classification>
 <identifier type="isbn">9786020664798</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Mikroskil Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>153.9/GRA.t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">E28011B0A5050073492A37FE</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>153.9/GRA.t</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">E28011B0A5050073492A37F8</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>153.9/GRA.t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Think_Agai.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8563</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-11 13:14:57</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-23 12:11:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>